Tidak Mampu Bayar Cicilan Mobil ? Solusinya

Musibah sering datang tak terduga. Bahkan ketika kita sedang dalam keadaan terdesak pun musibah bisa menimpa. Contohnya terkena pemutusan hubungan kerja saat tengah berusaha melunasi cicilan mobil.

Fasilitas kredit memang sangat memudahkan konsumen untuk mendapatkan mobil. Tapi tak sedikit konsumen yang tidak mampu bayar cicilan mobil di tengah jalan karena berbagai alasan. Pada saat itulah konsumen harus menemukan solusi yang pas agar bisa keluar dari masalah.

Jika Anda saat ini tengah terbelit problem dan tidak mampu bayar cicilan mobil, berikut ini sejumlah tips yang bisa dipraktekkan:

1. Restrukturisasi kredit
Restrukturisasi kredit diartikan sebagai penyusunan kembali mekanisme kredit yang diajukan konsumen atau debitur. Komponen kredit yang diubah antara lain:

Suku bunga
Jangka waktu kredit
Fasilitas kredit.

Restrukturisasi.. Kayak main lego aja kalau mau dipikir gampangnya mah..

Dengan meminta restrukturisasi kepada pemberi kredit atau kreditur, kita bisa meminta penurunan suku bunga, perpanjangan periode kredit, bahkan pengurangan tunggakan. Tapi, permohonan restrukturisasi tak bisa diajukan sembarang orang.

Menurut Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/15/PBI/2012, debitur yang bisa diberi restrukturisasi kredit jika:

Mengalami kesulitan pembayaran kewajiban pokok dan atau bunga kredit
Memiliki iktikad baik dan kooperatif
Memiliki prospek usaha yang baik dan diproyeksikan mampu memenuhi kewajiban setelah kredit direstrukturisasi

Dalam hal ini, bank akan berperan seperti dokter yang akan menyembuhkan penyakit berupa masalah kredit. Karena itu, debitur harus terang-benderang menjelaskan kondisi keuangan dan kesulitan yang dihadapi agar bisa ditangani secara maksimal oleh bank. [Baca: Stress Terlilit Utang Bank? Jangan Panik, Begini Solusinya]

2. Refinancing kredit
Refinancing kredit artinya kita mengajukan kredit baru dengan perhitungan yang baru pula untuk mengganti kredit yang lama.

Gali lubang tutup lubang memang ga dianjurkan. Bukan berarti refinancing juga ga dianjurkan ya!

Solusi ini memang tampak seperti menambah utang baru untuk melunasi utang lama. Tapi bila melakukan perhitungan dengan tepat, kita bisa keluar dari masalah tidak mampu bayar cicilan mobil ini.

Keuntungan refinancing kredit:

Terhindar dari risiko masuk daftar hitam Bank Indonesia karena gagal melunasi kredit
Mendapat kredit baru dengan nominal angsuran yang lebih kecil sehingga lebih meringankan
Mendapat dana segar senilai setidaknya 80 persen dari harga pasaran mobil yang bisa dipakai sebagai modal usaha

Kekurangan refinancing kredit:

Suku bunga yang ditetapkan lebih besar dari suku bunga kredit sebelumnya
Terdapat biaya tambahan macam-macam, seperti komisi pengurusan refinancing
Jika kesulitan mengangsur lagi mendapat denda dobel setelah sebelumnya kena denda dari kredit lama

Karena itu, sebelum memutuskan refinancing kredit mobil, pastikan memperhitungkan kondisi keuangan dengan tepat. Apakah pendapatan cukup untuk membayar beban utang baru itu?

Jika hendak melakukan refinancing, sebaiknya konsultasikan dengan mereka yang pernah menggunakan pilihan ini agar tidak salah langkah.

3. Oper kredit
Oper kredit adalah pilihan terakhir. Daripada berlama-lama terjerat utang, mending mulai lagi segalanya dari awal. Oper kredit mobil artinya kita menjual mobil yang belum selesai angsurannya itu kepada orang lain yang akan meneruskan membayar cicilan.

Harga mobil yang dijual lewat skema oper kredit tentunya tidak sama dengan harga pasaran, bahkan cenderung jauh di bawahnya. Tapi, dengan mengoper kewajiban melunasi mobil itu, kita tak akan pusing lagi akibat tidak mampu bayar cicilan mobil. Bahkan kita akan mendapat duit segar dari penjualan mobil itu.

Terlepas dari adanya pilihan solusi atas masalah cicilan mobil itu, sebaiknya kita memang harus berhati-hati sebelum memutuskan beli mobil baru lewat kredit. [Baca: Ketahui Hal Ini Sebelum Kredit Mobil Baru atau Bekas]

Hitung secara cermat pendapatan dan pengeluaran per bulan untuk menyesuaikan pembayaran cicilan. Sebab, sekali bermasalah dengan cicilan, meski ada solusi, proses untuk mengatasi masalah itu akan menyedot waktu, pikiran, dan tenaga yang tidak sedikit.

Salam Konsumen Cerdas

Tinggalkan komentar